head palembang wisata digital
navigasi
berita
tentang palembang
peta palembang
info bank
event
telepon penting
gallery
buku tamu
link
 
 
navigasi atas
palembang wisata digital
wisata seni budaya info hotel info restoran info belanja

WISATA

MESJID AGUNG

Letak Masjid Agung Palembang berada di sebelah timurlaut dari Benteng Kuto Besak dengan jarak ± 150 m. Masjid tersebut didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I atau Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Wikramo mulai tahun 1738 sampai 1748. Bangunan telah mengalami beberapa perubahan baik pada masa Kesultanan Palembang Darussalam hingga sekarang. Pada awalnya Masjid Agung Palembang tidak memiliki menara. Menara yang terletak di sebelah barat laut mesjid baru dibangun pada tahun 1758.
Seperti masjid-masjid kuna pada umumnya, denah Masjid Agung Palembang berbentuk segiempat dengan ukuran 30 x 36 m dilengkapi mihrab yang berada di dinding barat. Atap masjid berbentuk tumpang, yang terdiri dari dua susun. Pintu masuk terdapat di dinding timur, utara, dan selatan masjid. Di dalam ruang utama masjid terdapat 4 tiang utama yang berbentuk segi delapan dengan ukuran 0,50 x 0,50 m setinggi 7 meter. Di keliling tiang utama terdapat 12 tiang penunjang. Sama seperti tiang utama, tiang penunjang berbentuk segi delapan dan berukuran 0,35 x 0,35 m setinggi 5 m. Sebagian besar dari tiang-tiang tersebut pada bagian bawahnya telah diganti karena rusak.
Perluasan pertama dilakukan dengan wakaf Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab yang dilaksanakan pada tahun 1897 dibawah pimpinan Pangeran Nataagama Karta mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin. Perluasan ini penambahan teras yang dilengkapi dengan tiang-tiang bergaya doric dan pada ketiga pintu masuk masjid dibentuk seperti gerbang yang beratap pelana yang ditunjang oleh tiang-tiang bergaya doric, tetapi kemudian tahun 1916 ketiga gerbang tersebut dibongkar kembali. Perluasan kedua kali pada tahun 1930. Pada sekitar tahun 1938 atap teras yang mengeliling bangunan utama dijadikan satu dengan atap masjid. Pada tahun 1952 di bagian teras masjid didirikan bangunan bertingkat dua sehingga menutupi bangunan utama masjid. Pada tahun tersebut dibangun pintu masuk utama di sisi timur yang berbentuk bangunan berdenah segiempat dengan atap berbentuk kubah. Tahun 1970 di sebelah timur laut masjid didirikan menara setinggi 45 m. Pada tahun 2000, bangunan di bagian teras masjid dibongkar dan digantikan dengan sebuah bangunan berlantai 3 yang diletakkan terpisah di sebelah timur masjid. Meskipun dibangun terpisah, bangunan baru tersebut tetap menutupi bangunan utama masjid. Luas mesjid sampai sekarang 5520 meter persegi dengan daya tampung 7.750.

 
Copyright by PT Telkom Divisi Regional I Sumatra